dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD-KGer FINASIM
“Lansia (lanjut
usia) bukan laskar tak berguna” ujar dr. Edy Rizal Wahyudi,
SpPD-KGer
FINASIM, di sela acara talk show “Meraih
Kesempurnaan Ibadah Puasa dengan Sehat jasmani dan Rohani”, yang
diselenggarakan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 11 Juni
2013 Jakarta. Dokter kelahiran 20 Oktober 1968 ini mengatakan, ada pandangan dalam
masyarakat yang harus diubah. “ “Lansia
pernah berjasa dalam kehidupan kita. Karena jasa mereka, kita bisa berdiri dan
meraih kesuksesan. Tanpa mereka, kita bukan apa-apa. Ini yang seharusnya kita lihat,
dari seorang lansia.” Mengenai
keterbatasan yang mereka alami saat ini, sebagai penerus kita jangan mengeluh.
“Anggap saja, apa yang kita berikan saat ini dengan membantu mereka, merupakan
balas budi. Mereka dulu telah berbuat banyak untuk kehidupan kita,” jelasnya.
Konsultan geriatari di FKUI
ini mengatakan, ketika kita mencintai lansia caranya bukan dengan menempatkan
mereka seperti kristal. “Salah jika kita menempatkan mereka secara demikian. Biarkan
para lansia berakvifitas sesuai keinginan dan kemampuannya. Jangan dibatasi, karena
ketika ruang gerak dibatasi, kita juga akan berontak.”
Di sisi lain, Wakil Sekjen PB
PERGEMI (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia) ini ingin
merawat lansia yang berada di sekelilingnya. “Setidaknya saya
punya 2 nenek, dari ibu dan dari bapak. Usia nenek dari ibu sudah 90 tahun,”
jelasnya. Beliau masih cukup bugar untuk melakukan banyak hal, aktivitasnya
hanya dibantu ala kadarnya. Ayahnya sendiri sekarang sudah berusia 73 tahun dan
ibundanya 68 tahun. “Kakak bapak saya berusia 76 tahun. Populasi keluarga saya memang
banyak geriatrinya. Itu yang membuat saya terpangil mendalami bidang ini,”
tambahnya. Ketika mengikuti PPDS Ilmu Penyakit Dalam, ia sering bersentuhan
dengan geriatric.
Perlu
kesabaran dan pengertian ekstra, untuk mengambil hati pasien geriatric, dan ia
merasa senang serta bangga menjadi konsultasn geriatric. Adalah Prof. dr. Supartondo SpPD,
KEMD, KGer, yang
menyarankannya menemuni bidang ini. “Beliau inspirator dan sosok panutan
saya.” (ant)
Tidak ada komentar
Posting Komentar