Advertiser

Breaking News

dr. Tan Kai Chah


dr. Tan Kai Chah
“Saya senang bisa membuat pasien menikmati hidup mereka yang baru,” ujar dr. Tan Kai Chah, ahli cangkok hati dari Asian Center Liver Disease & Transplantation (ACLDT), Gleneagles Hospital, Singapura, di Jakarta belum lama ini.
Pengalamannya dalam bidang cangkok hati tak perlu diragukan; sudah ratusan kasus yang ia tangani. Di Asia Tenggara, ACLDT adalah pusat kesehatan medis swasta pertama yang melakukan prosedur transplantasi hati terbanyak.
Lulus Fakultas Kedokteran University of Malaya tahun 1978, karena tertarik dunia bedah, ia mengikuti fellowship di royal college of surgeon Edinburgh. Tak cukup sampai di situ, ia melanjutkan pelatihan bedah anak di Manchester dan Southampton, Inggris, dilanjutkan pelatihan bidang hepatobiliari anak dan operasi transplantasi hati di King College Hospital, London.
Berkat kompetensi dan kepiawaiannya, ia dipercaya sebagai dosen dan konsultan bedah di University of London, tahun 1988 - 1994. Dan atas jasanya, ia menerima banyak  penghargaan.
Dr. Tan dan rekan dokter dari berbagai disiplin ilmu dan professional memastikan bahwa semua aspek dilakukan dengan baik, untuk memberi perawatan optimal pada pasien penyakit hati. Ada  kerja sama dengan UPMC Liver transplant Program dari Thomas E Starzl Transplantation Institute (STI), yang diakui sebagai institusi transplantasi tertua dan terbesar di Amerika Serikat.
Salah satu hambatan transplantasi hati adalah pendonor. “Kurangnya pendonor hati yang berasal dari cadaver, menjadikan daftar tunggu procedure transplantasi hati kian hari kian meningkat,” jelasnya. Sejak dimulainya prosedur Living Donor Liver Transplant (LDLT) tahun 2002, pendonor dari orang hidup dimungkinkan dapat dilakukan; bisa dari keluarga dekat, sanak saudara atau teman dekat.
Dalam prosedur LDLT, pemeriksaan canggih yang dilakukan di ACLDT adalah dengan teknologi MeVis Distant Services (MDS), yang memungkinkan dokter  merekonstruksi anatomi hati secara akurat dari CT Scan. Ini alat diagnostic super canggih satu-satunya di Asia Tenggara. (ant)

Tidak ada komentar